Sepatah kata perkenalan dari ketua TARSA IIUM
periode transisi tahun 2001, DR. M. Shabri Abd. Majid
Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuhu
Bismillah ar-rahman ar-rahim
Latar Belakang Penubuhan:
Jumlah mahasiswa dan mahasiswi Acheh yang menuntut di pelbagai universiti di Malaysia dari masa ke semasa kian meningkat. Realiti ini dapat kita lihat dari jumlah mereka pada akhir tahun 1980-an yang hanya dapat dibilang dengan jari, telah meningkat tajam hingga mencecah angka puluhan orang memasuki tahun 1990. Pada kurun tersebut hingga akhir tahun 1995, jumlah mahasiswa dan mahasiswi Acheh terbesar yang menuntut ilmu di Malaysia adalah tercatit sebagai penuntut pada International Islamic University Malaysia (IIUM). Di antara pioneer (awak awai) mahasiswa Acheh yang belajar disitu tercatatlah Cut Bang Drs. Khalidin Yacob, MA (sekarang imam besar di salah satu Masjid di Australia), Tgk. Drs. Hasanuddin Yusuf Adan, MA, MCL (sekarang sekteratis DDII Acheh), Tgk. Husni Harun (staf pengajar di sekolah Perancis, Malaysia dan sebagai penceramah di Malaysia), Tgk. Drs. Musthafa Allayaini, M.Ed (sekarang sebagai ustaz di Malaysia) Tgk. Drs. Zakaria Abd. Jalil (sekarang Dosen FKIP, Unsyiah), dan beberapa kanda-kanda lainnya yang kini sudah kembali ke tanah bertuah Serambi Mekkah, Acheh, kecuali Cut Bang Khalidin Yacob yang kini menuntut dan sekaligus menyumbangkan ilmunya di negara Kangguru, Australia.
Dengan meningkatnya jumlah mahasiswa Acheh di Malaysia, bererti semakin meningkat pula persoalan yang harus dihadapi mereka. Mulai dari persoalan belajar untuk menimba ilmu hingga ke persoalan belajar untuk mengkontribusikan ilmu kepada masyarakat Tanah Melayu pada umumnya dan masyarakat Acheh pada khususnya. Oleh itu, kehadiran sebuah organisasi mahasiswa Acheh di Malaysia dipandang sebagai suatu usaha yang paling tepat untuk menyelesaikan pelbagai persoalan mahasiswa. Atas prakarsa kanda-kanda yang disebutkan di atas dan didukung oleh beberapa kanda mahasiswa Acheh lainnya yang menuntut ilmu di IIUM, maka atas izin Allah swt terbentuklah organisasi mahasiswa Acheh di Malaysia yang diberi nama "Tanoh Rincong Students Association (TARSA) Malaysia". Nama ini ditabalkan sesuai dengan nama "senjata keramat orang Acheh" dalam mengusir kaphee (kafir) Belanda, iaitu "Rincong" yang bentuknya berupa benda tajam yang hampir mirip dengan keris, pisau kecil, dan senjata tajam seumpamanya. Pemberian nama ini adalah tidak terlepas dari harapan agar ilmu yang diperolehi mahasiswa Acheh di Tanah Melayu, Malaysia dapat difungsikan sebagai "Rincong" untuk menegakkan amar makruf dan menegah yang munkar.
Sebenarnya, lahirnya TARSA ini adalah bermula dari kegiatan pengajian "usrah" rutin mingguan yang dibuat dan diisi secara bergilir oleh mahasiswa dan mahasiswi Acheh yang menuntut ilmu di IIUM. Namun kerena kesedaran mereka terhadap tugasnya sebagai khalifatullah yang tidak saja dituntut untuk menuntut ilmu, namun juga dituntut agar menyumbangkan ilmunya kepada masyarakat, maka penubuhan organisasi mahasiswa Acheh di Malaysia adalah suatu usaha yang tepat waktu dan tepat guna bagi mahasiwa dan dan mahasiswi Acheh di Malaysia. Di samping itu, kerena semakin membengkaknya persoalan internal dan eksternal mahasiswa Acheh di Malaysia, maka pembentukan organisasi yang diberi nama TARSA dirasakan semakin tepat kehadirannya. Maka, atas izin Allah swt, lahir TARSA, sebuah organisasi kemahasiswaan milik mahasiswa dan mahasiswi Acheh yang menuntut ilmu di Malaysia.
Sejak penubuhannya pada tahun 1991, TARSA mulai dianggotai tidak saja oleh mahasiswa Acheh yang menuntut di IIUM, tetapi juga dari Universiti Malaya (UM), Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM), Universiti Putra Malaysia (UPM), Universiti Sains Malaysia (USM), Universiti Utara Malaysia (UUM), Universiti Teknologi Mara (UiTM), dan beberapa mahasiswa Acheh yang menuntut di pelbagai Kolej dan menghafal al-Qur'an di Ma'had Tahfiz di Malaysia. Hal ini terbukti dengan duduknya mereka sebagai pengurus TARSA dan keaktifan mereka mengikuti pelbagai program TARSA dari masa ke semasa.
Tarikh Penubuhan:
TARSA adalah sebuah organisasi mahasiswa Acheh di Malaysia yang bersifat "kekeluargaan" telah ditubuhkan pada malam Jum'at, bertepatan 3hb Oktober 1991, bertempat di International Islamic University Malaysia (IIUM).
Ciri Khas dan Asas:
TARSA adalah organisasi kemahasiswaan yang bersifat kekeluargan, independen/netral dan bukan organisasi politik. TARSA hanya berpihak pada yang "haq" (kebenaran) dan memusuhi yang "bathil" (kebathilan dan kemungkaran). Dengan ciri khas ini, maka TARSA berkiblat pada al-Qur'an dan Hadits sebagai panduan utama organisasi.
Tujuan Penubuhan:
Diantara tujuan penubuhan TARSA adalah:
1. Untuk meningkatkan silaturrahmi antar sesama mahasiswa dan mahasiswi Acheh di Malaysia dan dengan masyarakat Acheh yang berada di Malaysia serta dengan masyarakat Tanah Melayu pada umumnya. Sebagai wadah untuk mempertajam wawasan keilmuan dan keintelektualitasan mahasiwa dan mahasiswi Acheh di Malaysia.
2. Menjadi pusat informasi dunia pendidikan Tanah Melayu bagi mahasiswa dan mahasiswi Acheh yang telah, sedang, dan berkeinginan memperdalam ilmunya di Malaysia.
3. Sebagai wadah untuk membantu memikirkan dan sekaligus mencari solusi permasalahan mahasiswa dan mahasiswi Acheh di Malaysia baik menyangkut kesulitan belajar mahupun kesulitan finansial dan juga masalah Acheh pada umumnya.
4. Memberi kontribusi positif kepada pemerintah daerah Istimewa Acheh terutama dalam memberdayakan dan mencerdaskan generasi Acheh masa depan.
5. Meningkatkan nilai-nilai akhlaqul karimah mahasiwa dan mahasiswi Acheh di Malaysia di samping nilai-nilai keilmuan.
6. Berfungsi sebagai wahana untuk saling menukar informasi, keilmuwan, dan saling bertukar pikiran bagi Mahasiswa dan mahasiswi Acheh dalam rangka mempertajam rasa kesetiakawanan, solidaritas, dan toleransi serta kepedulian social, terutama dalam menyahuti tuntutan zaman.
Kepimpinan:
Period Pengurus TARSA sejak penubuhannya hingga tahun 2001 adalah dipilih untuk masa dua tahun sekali.
* Untuk period pertama, 1991-1994, TARSA diketuai oleh Tgk. Drs. Hasanuddin Yusuf Adan, MA, MCL;
* period ke-II, 1994-1996, diketuai oleh Tgk. Drs. Murtala Usman;
* period ke-III, 1996-1999, dikomandoi oleh Tgk. Marwan Nusuf, B.Com;
* Period ke-IV, 1999-2001 diketuai Tgk. Azhar Zulkifli, B. Irkh.
Namun sebelum masa kepengurusannya berakhir, pada bulan Juni 2001 beliau mengundurkan diri dari jabatan ketua karena alasan pribadi yang tidak dapat dielakkan.
* Maka dipilihlah DR. M. Shabri Abd. Majid sebagai Ketua TARSA masa transisi hingga akhir tahun 2001.
Pemilihan Ketua TARSA adalah dipilih oleh setiap mahasiswa dan dan mahasiswi Aceh di Malaysia secara demokratis dan penuh kekeluargaan.
Keanggotaan:
TARSA tidak membatasi dan mengenakan sebarang syarat bagi mahasiswa dan mahasiswi Acheh yang menuntut ilmu di Malaysia untuk bergabung dengan TARSA. Namun ini tidak bererti bahwa TARSA dengan bebasnya dapat mengklaim semua mahasiswa dan mahasiswi Acheh yang berada di Malaysia sebagai anggotanya. Ini semata-mata berlaku karena TARSA adalah organisasi kekeluargaan bukan organisasi politik. Hingga akhir tahun 2001, tercatat jumlah mahasiswa Acheh yang menuntut di pelbagai universiti dan Kolej di Malaysia adalah tidak kurang dari 200 orang.
Wallahu'alam bis-sawab

0 comments