Pemerintah NAD
PEMERINTAH ACEH
LEMBAGA PENINGKATAN SUMBER DAYA MANUSIA ACEH
JLN. T. NYAK ARIEF NOMOR 219 BANDA ACEH


Pemerintah Aceh menyediakan bantuan pendidikan untuk masyarakat aceh yang sedang dalam program S-1, S-2 dan S-3, baik di dalam dan luar aceh maupun di luar negeri, dengan syarat-syarat sebagai berikut :
  1. Membuat permohonan secara perorangan kepada Pemerintah Aceh c/q Lembaga Peningkatan Sumber Daya Manusia (LPSDM) Aceh, dengan melampirkan dokumen sebagai berikut :
    • Mengisi Formulir LPSDM dan Daftar Riwayat Hidup
    • Fotokopi Kartu Mahasiswa
    • Fotokopi Kartu Tanda Penduduk Warga Aceh
    • Fotokopi Kartu Keluarga warga Aceh
    • Surat keterangan masih aktif kuliah tahun 2011 dari pimpinan fakultasi (asli)
    • Transkrip nilai tahun akademik 2011 (asli), kecuali dokter specialis. Kalau ada universitas tertentu yang tidak mengeluarkan transkrip nilai, hendaknya ada keterangan dari universitas tersebut atau laporan akademiknya disahkan oleh penasihat akademik
    • Fotokopi bukti pembayaran SPP semester terakhir (dilegarisir universitas)
    • Fotokopi buku rekening bank atas nama sendiri dan masih aktif serta online pada salah bank (Bank Aceh, Bak BNI 1946, Bank Mandiri, Bank BRI yang online)
    • Pasfoto berwarna ukuran 3x4 cm 1 lembar
    • Untuk surat permohonan, nama dan alamat harus sama dengan buku rekening bank
  2. Semua dokumen dikirim ke alamat : Kantor LPSDM Aceh Komplek Kantor Gebernur Aceh, Lantai 3 Biro Keistimewaan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Aceh, Jln. T.Nyak Arief no. 219 Banda Aceh, setiap hari kerja, dari hari Senin s/d Jumat. Pukul 08.00 s/d 12.00 WIB.
  3. Usia untuk mahasiswa S-1 maksimal 25 tahun, S-2 Maksimal 40 tahun dan S-3 maksimal 45 Tahun
  4. Bantuan pendidikan diberikan hanyak untuk mahasiswa S-1, S-2 dan S-3 PTN dan PTS yang program studinya terakreditasi, minimum sudah kuliah 1(satu) semester. Untuk PTN minimal IPK2.75 dan PTS minimal IPK 3.00
  5. Bantuan biaya pendidikan ini tidak diberikan kepada :
    • Mereka yang telah menerima bantuan serupa dari Pemerintah Aceh selama tiga kali untuk S-1, dua kali untuk S-2
    • Mereka dengan status tugas belajar yang telah mendapatkan bantuan dari Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan Aceh, pemko dan pemkab, dan PTN di Aceh yang dananya bersumber dari APBA dan APBK, dibuktikan dengan surat keterangan dari lembaga/universitas yang bersangkutan dan bertanggung jawab secara hukum.
  6. Masa penerimaan permohonan dimulai sejak pengumuman ini dikeluarkan (senin, 11 Juli 2011) dan ditutup tanggal 9 September 2011. Khusus pemohonan yang dikirim melalui pos dapat diterima sampai tanggal 9 September 2011 (stempel pos).
  7. Permohonan yang tidak lengkap dan yang diterima setelah masa pengumuman ini tidak akan diproses, serta berkas menjadi dokumen LPSDM Aceh.
  8. Keputusan tim seleksi Bantuan Biaya Pendidikan bersifat final dan mengikat, tidak dapat digangu gugat.
  9. Bagi yang sudah mengajukan berkas sebelum tanggal pengumuman ini dikeluarkan, agar mengajukan kembali berkasnya dan menyesuaikan dengan syarat-syarat yang tercantum dalam pengumuman ini.
Banda Aceh, 11 Juli 2011
LPSDM Aceh
Panitia

http://acehscholarships.blogspot.com/2011/07/bantuan-biaya-pendidikan-pemerintah.html

Read More
Posted by TARSA - IIUM on Tuesday, 12 July 2011
0 comments
categories: | edit post


Ir. Muhammad Subhan, M.Sc.

Bismillahirrahmaniraahim

Negara Malaysia merupakan salah satu destinasi bagi para generasi muda Aceh untuk melanjutkan pendidikan sama ada pada peringkat undergraduate, master mahupun doktor. Selain dekat dengan Aceh, pendidikan di Malaysia juga menjanjikan sesuatu yang tidak dijumpai di tempat lainnya. Sesuatu yang lain itu akan anda dapatkan setelah anda menginjakkan kaki anda di sana.

Secara umum, sistem pendidikan di Malaysia berkiblat kepada sistem pendidikan di Inggris. Namun demikian, ciri khas tersendiri tetap dipunyai. Hanya dengan beberapa sahaja universiti awam (public university), pendidikan Malaysia berkembang dengan pesat termasuk jumlah pelajar dari negara luar yang semakin meningkat setiap tahun. Hal ini ditambah lagi dengan adanya beberapa university international semisal International Islamic University Malaysia yang mempunyai mahasiswa yang berasal dari lebih 90 buah negara. Oleh sebab itu, pendidikan Malaysia bukan lagi milik orang Malaysia semata, tetapi ia telah menjadi tempat peraduan pelbagai mahasiswa dari seluruh penjuru dunia termasuk mahaisiswa dari Tanoh Rincong.


Sistem Pendidikan
Di antara hal yang menarik dari sistem pendidikan Malaysia adalah masa pendidikan bagi peringkat strata satu (undergraduate) yang cukup singkat iaitu hanya 3 tahun bagi program Art dan Science, dan hanya 4 tahun bagi program engineering dan medicine (kedokteran). Dengan masa pendidikan yang cukup singkat ini, begitu ramai mahasiswa yang berumur cukup muda (antara 22 - 28 tahun) telah menempuh pendidikan pada program master dan doktor.

Pendidikan Malaysia juga menggunakan sistem kredit semester bagi kelulusan para sarjananya. Ini adalah sistem umum yang juga dipakai oleh negara-negara lain di dunia, termasuk di Aceh. Jumlah kredit yang diperlukan untuk menamatkan sarjana strata satu (undergraduate) adalah lebih kurang 120 unit sahaja.

Selain itu, pendidikan Malaysia pada peringkat strata satu (undergraduate) juga tidak mewajibkan penulisan skripsi dan penelitian. Tetapi para mahasiswa tahun akhir hanya diwajibkan mengikuti practical atau semacam kerja praktek sesuai dengan ilmu mereka. Namun hal yang merugikan adalah tidak banyak universiti di Malaysia yang menerima pelajar luar negara untuk strata satu (undergraduate) ini. Beberapa universiti yang boleh dimasuki oleh pelajar luar negara untuk peringkat strata satu (undergraduate) ini antaranya adalah International Islamic University Malaysia (IIUM) dan Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM).


Postgraduate
Pada peringkat postgraduate (diploma master, master, dan doktor) hampir semua universiti di Malaysia dapat dimasuki oleh pelajar luar negara. Masa pendidikan untuk peringkat postgraduate ini adalah antara 2 - 6 semester atau antara satu hingga 3 tahun. Ijazah kesarjanaan yang dianugerahkan (title) adalah mengikut international standard seperti master of art, master of science, master of engineering, master of philosophy, master of engineering science, dan doctor of philosophy (Ph.D). Jumlah unit kredit yang harus diselesaikan untuk mendapatkan gelar master adalah 36 - 48 unit, sedangkan untuk program doktor adalah 45 - 60 unit.


Kewangan (financial)
Pendidikan adalah investasi yang mahal. Itulah yang sering dikatakan orang mengenai jumlah wang yang harus dikeluarkan untuk mengikuti suatu pendidikan. Bila dibandingkan dengan pendidikan di negara-negara maju seperti Amerika Syarikat, Inggris, Canada, Australia, dan lain-lain, maka pendidikan di Malaysia jauh lebih murah. Malah bila dibandingkan dengan beberapa negara ASEAN pun, pendidikan di Malaysia masih tergolong relatif murah.

Untuk program undergraduate, biaya pendidikan per semester adalah antara 700 sehingga 1300 ringgit. Nilai ini memang agak mahal bila dibandingkan dengan biaya untuk program undergraduate di beberapa negara ASEAN lainnya. Tetapi dengan tawaran masa pendidikan yang singkat menjadikan biaya ini sesuatu yang menarik untuk dipertimbangkan.

Untuk program postgraduate, biaya pendidikan per semester adalah antara 900 sehingga 3600 ringgit bergantung jenis program dan peringkat program (master atau doktor) yang diambil dan universitinya. Misalnya untuk program master jenis Art dan Science biaya pendidikan per semester adalah 900 sehingga 1600 ringgit sahaja. Sedangkan untuk program doktor bidang bisnes biayanya sampai 3600 ringgit.


Bantuan Kewangan
Adakalanya kita tidak perlu membayar seringgit pun untuk biaya pendidikan tersebut bila kita memperoleh bantuan kewangan. Ada pelbagai jenis bantuan kewangan yang boleh didapatkan antaranya biasiswa, bantuan research, pinjaman, zakat, bantuan mengajar, dan sebagainya. Semua bentuk bantuan kewangan ini bergantung kepada universiti tempat kita menuntut. Besarnya bantuan kewangan ini biasanya adalah antara 600 - 1500 ringgit per bulan. Yang perlu diingat adalah bantuan kewangan ini adalah sangat terbatas dan bergantung kepada prestasi atau kemajuan akademik yang anda capai.


Kehidupan Kampus
Semua public universiti di Malaysia mempunyai asrama bagi tempat tinggal para mahasiswanya. Hampir semua asrama tersebut terletak dalam kawasan kampus dan ada beberapa juga yang terletak di luar kampus, namun masih berdekatan juga. Sebahagian universiti hanya menyediakan asrama ini untuk pelajar peringkat undergraduate, tetapi kebanyakannya universiti menyediakannya untuk mahasiswa semua peringkat. Untuk mendapatkan asrama ini kita perlu membayar wang sewa yang biasanya antara 300 - 600 ringgit per semester. Harga ini sangat murah dan jimat berbanding wang sewa rumah di luar kampus.

Pada dasarnya, kampus di Malaysia ibarat sebuah perkampungan iaitu perkampungan pelajar. Ini kerana di dalam kampus selain terdapat asrama pelajar juga terdapat perumahan kaki tangan (staff) dan pengajar universiti. Semua kemudahan lain seperti kantin, toko, bank, hotel mini, masjid dan surau, padang bola dan sport lainnya termasuk kolam renang, sekuriti, internet dan lain sebagainya banyak terdapat dalam kampus. Inilah yang dikatakan sebagai perkampungan pelajar.

Kehidupan kampus lainnya adalah suasana belajar yang tenang kerana semua kampus di Malaysia merupakan sebuah kompleks yang tak dapat dimasuki oleh sebarang orang yang tidak mempunyai kepentingan. Kehidupan kampus adalah kehidupan yang bercirikan akademik dan intelektual. Kerana itu, suasana hiruk-pikuk dan kebisingan adalah tidak wujud di kampus. Selain itu, masa pembukaan perpustakaan yang panjang iaitu dari pukul 8 pagi sehingga pukul 11 malam turut menambah keseronokkan belajar di dalam kampus.

Satu lagi kehidupan kampus yang paling menyenangkan adalah suasana kampus yang terdiri dari perbukitan yang menghijau yang diselangi dengan hutan-hutan kecil yang asli yang dibelah oleh jalan-jalan kampus yang berkelok-kelok dikelilingi oleh permaidani rumput yang tebal dan hijau adalah suatu pengalaman yang tak akan terlupakan. Kebersihan yang selalu dijaga dan rumput yang selalu dipotong dan rapi merupakan ciri-ciri kampus di Malaysia. Inilah yang membangkitkan selera ramai mahasiswa untuk melakukan jogging pada setiap pagi dan petang hari di sekitar kawasan kampus.


Pertanyaan
Adalah sangat disedari bahawa keterangan ini adalah tidak mencukupi untuk memberi penjelasan yang memuaskan semua pengunjung website ini. Sebarang pertanyaan sama ada mengenai kewangan, biasiswa, dan sebagainya dapat menghubungi pengurus TARSA - IIUM melalui e-mail: tarsa.iium@gmail.com

Read More
Posted by TARSA - IIUM on Friday, 24 June 2011
0 comments
categories: | edit post

 


Sepatah kata perkenalan dari ketua TARSA IIUM
periode transisi tahun 2001, DR. M. Shabri Abd. Majid

 






Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuhu

Bismillah ar-rahman ar-rahim

Latar Belakang Penubuhan:
Jumlah mahasiswa dan mahasiswi Acheh yang menuntut di pelbagai universiti di Malaysia dari masa ke semasa kian meningkat. Realiti ini dapat kita lihat dari jumlah mereka pada akhir tahun 1980-an yang hanya dapat dibilang dengan jari, telah meningkat tajam hingga mencecah angka puluhan orang memasuki tahun 1990. Pada kurun tersebut hingga akhir tahun 1995, jumlah mahasiswa dan mahasiswi Acheh terbesar yang menuntut ilmu di Malaysia adalah tercatit sebagai penuntut pada International Islamic University Malaysia (IIUM). Di antara pioneer (awak awai) mahasiswa Acheh yang belajar disitu tercatatlah Cut Bang Drs. Khalidin Yacob, MA (sekarang imam besar di salah satu Masjid di Australia), Tgk. Drs. Hasanuddin Yusuf Adan, MA, MCL (sekarang sekteratis DDII Acheh), Tgk. Husni Harun (staf pengajar di sekolah Perancis, Malaysia dan sebagai penceramah di Malaysia), Tgk. Drs. Musthafa Allayaini, M.Ed (sekarang sebagai ustaz di Malaysia) Tgk. Drs. Zakaria Abd. Jalil (sekarang Dosen FKIP, Unsyiah), dan beberapa kanda-kanda lainnya yang kini sudah kembali ke tanah bertuah Serambi Mekkah, Acheh, kecuali Cut Bang Khalidin Yacob yang kini menuntut dan sekaligus menyumbangkan ilmunya di negara Kangguru, Australia.

Dengan meningkatnya jumlah mahasiswa Acheh di Malaysia, bererti semakin meningkat pula persoalan yang harus dihadapi mereka. Mulai dari persoalan belajar untuk menimba ilmu hingga ke persoalan belajar untuk mengkontribusikan ilmu kepada masyarakat Tanah Melayu pada umumnya dan masyarakat Acheh pada khususnya. Oleh itu, kehadiran sebuah organisasi mahasiswa Acheh di Malaysia dipandang sebagai suatu usaha yang paling tepat untuk menyelesaikan pelbagai persoalan mahasiswa. Atas prakarsa kanda-kanda yang disebutkan di atas dan didukung oleh beberapa kanda mahasiswa Acheh lainnya yang menuntut ilmu di IIUM, maka atas izin Allah swt terbentuklah organisasi mahasiswa Acheh di Malaysia yang diberi nama "Tanoh Rincong Students Association (TARSA) Malaysia". Nama ini ditabalkan sesuai dengan nama "senjata keramat orang Acheh" dalam mengusir kaphee (kafir) Belanda, iaitu "Rincong" yang bentuknya berupa benda tajam yang hampir mirip dengan keris, pisau kecil, dan senjata tajam seumpamanya. Pemberian nama ini adalah tidak terlepas dari harapan agar ilmu yang diperolehi mahasiswa Acheh di Tanah Melayu, Malaysia dapat difungsikan sebagai "Rincong" untuk menegakkan amar makruf dan menegah yang munkar.

Sebenarnya, lahirnya TARSA ini adalah bermula dari kegiatan pengajian "usrah" rutin mingguan yang dibuat dan diisi secara bergilir oleh mahasiswa dan mahasiswi Acheh yang menuntut ilmu di IIUM. Namun kerena kesedaran mereka terhadap tugasnya sebagai khalifatullah yang tidak saja dituntut untuk menuntut ilmu, namun juga dituntut agar menyumbangkan ilmunya kepada masyarakat, maka penubuhan organisasi mahasiswa Acheh di Malaysia adalah suatu usaha yang tepat waktu dan tepat guna bagi mahasiwa dan dan mahasiswi Acheh di Malaysia. Di samping itu, kerena semakin membengkaknya persoalan internal dan eksternal mahasiswa Acheh di Malaysia, maka pembentukan organisasi yang diberi nama TARSA dirasakan semakin tepat kehadirannya. Maka, atas izin Allah swt, lahir TARSA, sebuah organisasi kemahasiswaan milik mahasiswa dan mahasiswi Acheh yang menuntut ilmu di Malaysia.

Sejak penubuhannya pada tahun 1991, TARSA mulai dianggotai tidak saja oleh mahasiswa Acheh yang menuntut di IIUM, tetapi juga dari Universiti Malaya (UM), Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM), Universiti Putra Malaysia (UPM), Universiti Sains Malaysia (USM), Universiti Utara Malaysia (UUM), Universiti Teknologi Mara (UiTM), dan beberapa mahasiswa Acheh yang menuntut di pelbagai Kolej dan menghafal al-Qur'an di Ma'had Tahfiz di Malaysia. Hal ini terbukti dengan duduknya mereka sebagai pengurus TARSA dan keaktifan mereka mengikuti pelbagai program TARSA dari masa ke semasa.

Tarikh Penubuhan:
TARSA adalah sebuah organisasi mahasiswa Acheh di Malaysia yang bersifat "kekeluargaan" telah ditubuhkan pada malam Jum'at, bertepatan 3hb Oktober 1991, bertempat di International Islamic University Malaysia (IIUM).

Ciri Khas dan Asas:
TARSA adalah organisasi kemahasiswaan yang bersifat kekeluargan, independen/netral dan bukan organisasi politik. TARSA hanya berpihak pada yang "haq" (kebenaran) dan memusuhi yang "bathil" (kebathilan dan kemungkaran). Dengan ciri khas ini, maka TARSA berkiblat pada al-Qur'an dan Hadits sebagai panduan utama organisasi.

Tujuan Penubuhan:
Diantara tujuan penubuhan TARSA adalah:

1. Untuk meningkatkan silaturrahmi antar sesama mahasiswa dan mahasiswi Acheh di Malaysia dan dengan masyarakat Acheh yang berada di Malaysia serta dengan masyarakat Tanah Melayu pada umumnya. Sebagai wadah untuk mempertajam wawasan keilmuan dan keintelektualitasan mahasiwa dan mahasiswi Acheh di Malaysia.
2. Menjadi pusat informasi dunia pendidikan Tanah Melayu bagi mahasiswa dan mahasiswi Acheh yang telah, sedang, dan berkeinginan memperdalam ilmunya di Malaysia.
3. Sebagai wadah untuk membantu memikirkan dan sekaligus mencari solusi permasalahan mahasiswa dan mahasiswi Acheh di Malaysia baik menyangkut kesulitan belajar mahupun kesulitan finansial dan juga masalah Acheh pada umumnya.
4. Memberi kontribusi positif kepada pemerintah daerah Istimewa Acheh terutama dalam memberdayakan dan mencerdaskan generasi Acheh masa depan.
5. Meningkatkan nilai-nilai akhlaqul karimah mahasiwa dan mahasiswi Acheh di Malaysia di samping nilai-nilai keilmuan.
6. Berfungsi sebagai wahana untuk saling menukar informasi, keilmuwan, dan saling bertukar pikiran bagi Mahasiswa dan mahasiswi Acheh dalam rangka mempertajam rasa kesetiakawanan, solidaritas, dan toleransi serta kepedulian social, terutama dalam menyahuti tuntutan zaman.

Kepimpinan:
Period Pengurus TARSA sejak penubuhannya hingga tahun 2001 adalah dipilih untuk masa dua tahun sekali.

* Untuk period pertama, 1991-1994, TARSA diketuai oleh Tgk. Drs. Hasanuddin Yusuf Adan, MA, MCL;
* period ke-II, 1994-1996, diketuai oleh Tgk. Drs. Murtala Usman;
* period ke-III, 1996-1999, dikomandoi oleh Tgk. Marwan Nusuf, B.Com;
* Period ke-IV, 1999-2001 diketuai Tgk. Azhar Zulkifli, B. Irkh.
Namun sebelum masa kepengurusannya berakhir, pada bulan Juni 2001 beliau mengundurkan diri dari jabatan ketua karena alasan pribadi yang tidak dapat dielakkan.
* Maka dipilihlah DR. M. Shabri Abd. Majid sebagai Ketua TARSA masa transisi hingga akhir tahun 2001.

Pemilihan Ketua TARSA adalah dipilih oleh setiap mahasiswa dan dan mahasiswi Aceh di Malaysia secara demokratis dan penuh kekeluargaan.

Keanggotaan:
TARSA tidak membatasi dan mengenakan sebarang syarat bagi mahasiswa dan mahasiswi Acheh yang menuntut ilmu di Malaysia untuk bergabung dengan TARSA. Namun ini tidak bererti bahwa TARSA dengan bebasnya dapat mengklaim semua mahasiswa dan mahasiswi Acheh yang berada di Malaysia sebagai anggotanya. Ini semata-mata berlaku karena TARSA adalah organisasi kekeluargaan bukan organisasi politik. Hingga akhir tahun 2001, tercatat jumlah mahasiswa Acheh yang menuntut di pelbagai universiti dan Kolej di Malaysia adalah tidak kurang dari 200 orang.

Wallahu'alam bis-sawab

Read More
Posted by TARSA - IIUM on
0 comments
categories: | edit post

BUKU

TARSA

RAKAN

MAMEIH SUARA


ShoutMix chat widget

Attack

free counters